Tony Rosyid: Mampukah PKS Menjadi Partai Papan Atas?

    Tony Rosyid: Mampukah PKS Menjadi Partai Papan Atas?

    JAKARTA - Elektabilitas PKS merangkak naik. Trend kenaikan ini bisa dilihat di beberapa survei. Wajar! PKS partai oposisi. Bahkan oposisi tunggal, mengingat Demokrat, partai di luar pemerintah, masih terlihat lebih akomodatif terhadap kebijakan pemerintah. Sebagai partai oposisi, PKS lebih leluasa menyuarakan aspirasi rakyat.

    Banyaknya benturan antara pemerintah dengan rakyat memberi ruang kepada PKS untuk mengambil peran: berpihak kepada rakyat.

    Berbeda dengan tujuh partai koalisi, PKS mendapat banyak panggung untuk bersuara dan mengkritisi pemerintah. Dan ini hampir tak dilakukan oleh partai koalisi.

    Seperti sudah watak PKS: selalu kritis terhadap kebijakan penguasa yang dianggap tidak aspiratif. Ini juga diperankan oleh PKS saat berada di dalam koalisi SBY. Sehingga ada yang bilang: PKS partai koalisi, tapi rasa opisisi.

    Begitulah yang benar! Partai, terutama para anggota DPR-nya, meskipun berada dalam koalisi, tak boleh asal setuju dengan pemerintah. DPR bukan "paduan suara" seperti dalam lirik lagu Iwan Fals. DPR punya fungsi salah satunya untuk mengontrol kebijakan dan kinerja pemerintah. DPR dibayar diantaranya untuk itu. Inilah yang nampaknya dalam sejumlah kasus diperankan secara konsisten oleh PKS. Baik PKS saat di dalam koalisi, maupun sedang menjadi oposisi.

    Memang, sikap kritis dan oposisional PKS sering kalah gaung dengan "stigma Islam kanan" yang terus disuarakan oleh pihak-pihak tertentu yang menganggap PKS sebagai ancaman untuk kepentingan politik mereka. Terutama saat pemilu. Sebagian karena faktor ketakutan yang tidak pernah jelas alasannya. Namanya juga stigma. Sebuah upaya untuk saling menjatuhkan dalam berebut konstituen. Begitulah tradisi yang hidup dalam dunia politik. Seringkali tidak rasional. 

    Setiap pemilu hampir selalu muncul isu Wahabi. Ini sengaja terus dimunculkan agar sentimen anti Wahabi mampu menghadang laju PKS. Ini tantangan tersendiri buat PKS. 

    Nampak PKS terus melawan stigma itu dengan berbagai strategi. Hampir semua tradisi keagamaan NU, organisasi terbesar di negeri ini, dijalankan oleh PKS. Secara ritual, boleh dibilang sudah sangat tipis perbedaan antara PKS dengan NU. 

    Beberapa pekan lalu, Presiden PKS pun ikut membuat video lagu Sunda dengan pakaian khas budaya sunda. Ini bagian dari upaya PKS membangun "image Nusantara" dan masuk ke semua lapisan masyarakat.

    Upaya menjadi partai paling depan dalam menyuarakan aspirasi rakyat dan hadir lebih kental dalam budaya nusantara, jika dilakukan secara konsisten dan masif, ini dapat membuka peluang PKS kedepan sebagai partai papan atas dengan perolehan suara di atas 10 persen. 

    Berpuasa dua periode sebagai partai oposisi, akankah mampu membuat partainya Ahmad Syaekhu ini melejit perolehan suaranya untuk bersaing dengan Partai Golkar dan Gerindra? 

    Jakarta, 25 Januari 2022

    Tony Rosyid

    Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

    PKS
    Administartor

    Administartor

    Artikel Sebelumnya

    Tony Rosyid: Manuver Cawapres Tak Kalah...

    Artikel Berikutnya

    Tony Rosyid: Anies Menguat, Semua Merapat

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Narsono Son

    Totong Setiyadi

    Totong Setiyadi verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 4

    Registered: Mar 28, 2021

    Alamsyah putra

    Alamsyah putra verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 0

    Registered: Apr 22, 2021

    Iswan Dukomalamo

    Iswan Dukomalamo verified

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 2

    Registered: Dec 28, 2021

    Sumarno

    Sumarno

    Postingan Bulan ini: 0

    Postingan Tahun ini: 0

    Registered: Jan 11, 2022

    Follow Us

    Recommended Posts

    Bupati Cirebon Terima Kunjungan Pansus VI DPRD Jabar
    Jarot Agung Sumbogo Resmi Ditunjuk Sebagai Sekretaris Nasional Pelopor BMI 
    Anggota DPRD Kabupaten Cilacap Komisi D Bersama Dispermades Lakukan Kunjungan Kerja
    RDP Terkait Tambang Galian C di Ceppaga, Wakil Ketua II DPRD Barru 3 Kali Interupsi
    H.Oleh Soleh: Guru Honorer Adalah Pahlawan,  Pengabdiannya  Tolong Di Perhatikan